Kamis, 26 Juli 2012
Kelangkaan Kedelai - satu lagi Kegagalan Penegakan Kedaulatan Pangan
Rabu, 23 April 2008
Bagaimana UNITRI BERDIKARI dilakukan ?
MASALAH UTAMA SOFT SKILL MAHASISWA UNITRI
Berbagai kelemahan dan kekuatan aspek soft skill yang menandai mahasiswa dan lulusan UNITRI telah dipetakan dan dianalisa dengan menggunakan metode pohon masalah. Pemetaan ini dilakukan untuk menemukan akar permasalahan soft skill mahasiswa dan lulusan. Diagram dibawah ini menggambarkan peta permasalahan soft skill mahasiswa UNITRI.
PROGRAM UNITRI-BERDIKARI 2010
Menyadari permasalahan baik eksternal maupun internal sebagaimana diuraikan diatas, disusun beberapa aktivitas utama yang diharapkan akan dapat memperbaiki kelemahan yang ada sekaligus meningkatkan aspek soft skill tersebut untuk mendorong terbentuknya profil / karakter soft skill yang sesuai dengan cita-cita penyelenggaraan pendidikan UNITRI.
Aktivitas yang diprogram untuk itu terdiri dari berbagai aktivitas yang telah ada dan telah berjalan seperti; mentoring, kelompok tumbuh bersama, camp keagamaan, pekan orientasi pendidikan dan program pembinaan satu semester. Selain itu diprogramkan pula berbagai aktivitas baru yang diharapkan akan dapat melengkapi aktivitas yang telah ada untuk menangani satu atau lebih aspek soft skill yang dikembangkan. Aktivitas baru yang direncanakan adalah; Achievement Motivation Training (AMT), Leadership Course / Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (dalam dua jenjang pelaksanaan), Seven Habits / On Being Proactive (OBP) Training, Pameran / Publikasi Karya Mahasiswa dan Pembekalan Pra Alumni.
Bagan dibawah ini menggambarkan berbagaiaktivitas utama, baik yang telah ada, maupun yang akan diadakan untuk menjawab permasalahan kapasitas soft skill mahasiswa UNITRI.
Urgensi UNITRI BERDIKARI
EKSPEKTASI MASYARAKAT ATAS SUMBERDAYA MANUSIA
Phillip C. Wright - Gary D. Geroy - Maura Mac Phee (2004) menyatakan bahwa kebutuhan utama organisasi pada era global terletak pada sumberdaya manusia yang memiliki karakteristik :
Inisiatif Personal yang kuat
Kemampuan bekerjasama yang baik
Memiliki Kepercayaan Diri yang Tinggi
Berkomitmen pada perkembangan organisasi
Mampu melaksanakan tugas rutin yang dibebankan padanya sesuai dengan kemauannya untuk belajar berbagai keterampilan baru
Integritas dan Loyalitas, juga merupakan isue penting sumberdaya di era global. Sumberdaya yang memiliki kompetensi yang tinggi dengan mental loyalitas yang baik merupakan syarat utama produk pendidikan tinggi memperoleh peluang lebih besar untuk diterima dalam masyarakat. Pengembangan dan implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menjadi salah satu perangkat utama untuk mengopersionalkan program pembelajaran yang mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki integritas dan loyalitas yang tinggi.
Persaingan, terutama dalam konteks persaingan antar lulusan dalam pasar tenaga kerja merupakan tantangan yang harus diperhitungkan UNITRI dalam pengembangan program pembelajaran. Perubahan orientasi pengguna lulusan sebagai salah satu stake holder serta pertumbuhan produktifitas perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang cenderung lebih besar dari peningkatan kebutuhan tenaga kerja profesional merupakan tantangan aktual yang harus dihadapi lulusan UNITRI.
Tabel 1. Jumlah Penganguran berdasarkan Pendidikan
| Pendidikan | Laki-Laki | Perempuan | Jumlah |
| (Orang) | (Orang) | (Orang) | |
| Tidak tamat SD | 1.815.444 | 1.205.578 | 3.020.022 |
| SD | 4.149.326 | 2.,215.060 | 6.364.386 |
| SLTP | 1.809.953 | 886.320 | 2.696.273 |
| SLTA | 1.414.224 | 608.211 | 2.022.435 |
| SLTA Kejuruan | 722.993 | 201.008 | 924.001 |
| D1/D2 | 93.793 | 136.099 | 229.892 |
| D3 | 76.734 | 58.763 | 135.501 |
| D4/S1 | 462.126 | 245.125 | 707.251 |
| S2/S3 | 75.749 | 14.103 | 89.852 |
| Jumlah | 10.620.342 | 3.355.207 | 16.189.613 |
Besarnya Angka Pengangguran Terdidik dalam masyarakat merupakan sinyal lemahnya kemampuan sarjana dalam beradaptasi dengan apresiasi, orientasi dan minat pengguna. Angka pengangguran Jawa Timur menunjukkan lebih dari 17% penganggur di propinsi ini merupakan kelompok umur produktif yang memiliki pendidikan D3 hingga S2. UNITRI sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya menciptakan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang sesuai dengan tuntutan perkembangan lingkungan melalui proses pendidikan yang efektif, efisien dan bermutu.
Budaya Wirausaha, merupakan sebuah peluang sekaligus tuntutan yang diminta dari sebuah lembaga pendidikan tinggi dalam programa pendidikannya. Menciptakan generasi yang mandiri merupakan tujuan penumbuh-kembangan budaya Wirausaha di pendidikan tinggi. Sempitnya lapangan kerja pada sektor riil dan persaingan yang makin ketat di pasar kerja merupakan ancaman bagi output program pembelajaran UNITRI.
Tuntutan Penjaminan Mutu, tidak luput harus pula di terima sebuah lembaga pendidikan tinggi sebagai justifikasi kelayakan sistem pembelajaran yang diterapkan dalam perguruan tinggi. Penerapan sistem penjaminan mutu dan peningkatan mutu yang berkelanjutan mutlak dilakukan oleh perguruan tinggi dalam menjamin lulusan yang dihasilkan memenuhi kualitas sebagaimana yang dijanjikan.
Wilayah Indonesia Timur sebagai daerah asal sebagian besar mahasiswa, merupakan wilayah yang dikenal kaya dengan keragaman hasil hayati. Tingkat Pendapatan yang rendah merupakan ciri utama yang selalu mengikuti wilayah ini. Ketertinggalan terutama pada bidang ekonomi dan informasi merupakan faktor utama yang menyebabkan rendahnya pendapatan masyarakat di wilayah ini. Ketergantungan masyarakat indonesia timur atas hasil bumi, baik pertanian, peternakan, perkebunan dan kehutanan sangat tinggi, namun produktifitas dan potensi produksi yang tinggi tidak diikuti dengan pengelolaan dan pengembangan kelembagaan yang baik.
Peluang untuk mengembangkan berbagai bidang produktif dalam berbagai sektor berbasis pertanian di Indonesia timur merupakan salah satu pendorong pemberian materi kewirausahaan pada mahasiswa asal indonesia timur. Pengembangan Potensi di wilayah ini, terutama bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat setempat, merupakan tanggung jawab bagi setiap sarjana yang berasal dari Indonesia Timur.
Keberanian dalam berkarya, kreatifitas, kerja keras dan integritas merupakan modal utama yang diperlukan untuk dapat menjawab tantangan wilayah indonesia timur. Membekali mahasiswa dengan kapabilitas soft skill yang mengarah pada hal tersebut merupakan langkah awal yang harus dilakukan UNITRI. Membekali mahasiswa asal indonesia timur dengan mental wirausaha dan keterampilan berwirausaha merupakan langkah lanjut dalam mempersiapkan mahasiswa asal Indonesia timur dapat melaksanakan tanggung jawab membangun daerah asalnya.
URGENSI PROGRAM UNITRI BERDIKARI
Jumlah lulusan UNITRI hingga saat ini adalah 2858 orang, dengan tidak kurang dari 60% berasal dari indonesia timur. Pada tingkat operasional saat ini, maka dalam periode hingga 2010 UNITRI akan memberikan kontribusi dengan meluluskan setidaknya 500-600 sarjana bagi masyarakat di wilayah indonesia timur.
Sebagai wilayah yang memperoleh perhatian khusus dalam pengembangan dan pembangunan masyarakatnya pada saat ini, dapat dikatakan bahwa urgensi dari berbagai hal yang menunjang pembangunan sumberdaya manusia merupakan hal yang tidak perlu dipertanyakan. Program pengembangan soft skill bagi setiap calon lulusan yang berasal dari wilayah Indonesia timur akan dapat dipastikan akan memberikan kontribusi nyata dalam pertumbuhan kualitas sumberdaya manusia di wilayah Indonesia timur.
Persaingan, baik dalam konteks persaingan antar lembaga pendidikan dalam memberikan layanan program pembelajaran bagi masyarakat maupun persaingan antar lulusan dalam pasar tenaga kerja merupakan tantangan yang harus diperhitungkan UNITRI dalam pengembangan program pembelajaran. Pertumbuhan produktifitas perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang cenderung lebih besar dari peningkatan kebutuhan tenaga kerja profesional menyebabkan persaingan yang makin kuat yang harus dihadapi lulusan UNITRI.
Pergeseran apresiasi masyarakat pada Integritas dan Loyalitas individual, juga merupakan isu penting sumberdaya di era global. Sumberdaya yang memiliki kompetensi yang tinggi dengan mental loyalitas yang baik merupakan syarat utama produk pendidikan tinggi memperoleh peluang lebih besar untuk diterima dalam masyarakat. Pengembangan dan implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menjadi salah satu perangkat utama untuk mengopersionalkan program pembelajaran yang mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki integritas dan loyalitas yang tinggi.
Sebagai langkah jangka panjang untuk mewujudkan visidan misi serta tujuan UNITRI, Rencana Induk Pengembangan (RIP) UNITRI menggariskan thema ”mempersiapkan daya saing UNITRI pada tahun 2010”. Daya saing UNITRI secara umum dijabarkan sebagai upaya memenuhi tujuan UNITRI sebagai perwujudan komitmen UNITRI pada masyarakat. RENSTRA UNITRI 2006 – 2010 menggariskan pentingnya peningkatan mutu dan relavansi pendidikan sebagai bentuk daya saing yang dimandatkan RIP. Salah satu hal penting untuk menghasilkan sistem pendidikan yang bermutu dan relevan adalah dengan mengembangkan kemampuan soft skill mahasiswa.
Program UNITRI-BERDIKARI sebagai program makro pengembangan kemahasiswaan, merupakan program utama pengembangan soft skill mahasiswa yang dimandatkan RENSTRA 2006-2010. Program ini dirancang untuk menghasilkan sebuah model pengembangan kemahasiswaan yang akan menjadi pola pengembangan kemahasiswaan UNITRI pada tahun 2010. Perencanaan program ini disusun dalam 3 tahun periode program kerja dan saat ini sedang berada pada paruh tahun pertama. Setelah penerapan secara penuh UNITRI BERDIKARI, diharapkan pada tahun ajaran 2010/2011 UNITRI akan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki karakter soft skill BERDIKARI yang kuat.
Apa itu UNITRI - BERDIKARI ?
Globalisasi telah mengakibatkan perubahan yang sangat cepat di berbagai bidang kehidupan sehingga tuntutan terhadap kualitas sumberdaya manusia menjadi sangat tinggi. Tuntutan tersebut antara lain kebutuhan terhadap sumberdaya profesional terutama pada aspek kewirausahaan untuk mampu bersaing ditingkat nasional dan internasional. Bisnis merupakan sektor yang sangat terpengaruh dengan adanya globalisasi. Untuk itu strategi utama yang harus dilakukan adalah menciptakan inovasi, meningkatkan produktivitas dan efisiensi secara berkelanjutan. Atas dasar pandangan itu, maka sektor bisnis pada saat ini dan di masa mendatang sangat membutuhkan sumberdaya manusia kreatif dan inovatif, profesional dan berjiwa wirausaha.
Permasalahan kemiskinan dan pengangguran, merupakan salah satu implikasi ekonomi yang paling dominan. Ketidakmampuan bersaing dan rendahnya kualitas, merupakan penyebab utama berbagai aspek ekonomi masyarakat tidak dapat turut berperan dalam globalisasi. Berbagai data menunjukkan kemiskinan dan pengangguran tumbuh secara signifikan dalam 8 tahun terakhir. Kontradiksinya pertumbuhan kemiskinan berjalan seiring dengan pertumbuhan jumlah lulusan terdidik terutama sarjana dalam periode yang sama. Proporsi pengangguran terbesar juga ditunjukkan oleh kelompok berpendidikan Sarjana. Keadaan ini merupakan salah satu tantangan bagi UNITRI.
Menyikapi berbagai isu dan tantangan eksternal yang terkait dengan pertanyaan "siapkah lulusan perguruan tinggi memasuki dunia kerja dan menghadapi tuntutan masyarakat ?" Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) telah melakukan berbagai langkah konkrit. Berbagai langkah yang telah ditempuh telah meletakkan berbagai dasar penting dalam mempersiapkan mahasiswa UNITRI secara intelektual. "Tetapi bagaimana dengan persiapan mental dan karakter mahasiswa ?"
Program UNITRI BERDIKARI (kependekan dari; memBElajarkan diri, Rasional, Dedikasi, Inisiatif, Komunikasi, Andal, Religius, dan Integritas), merupakan program makro pengembangan kemahasiswaan yang menjadi muara keseluruhan program pembinaan mahasiswa UNITRI. Program ini dicanangkan untuk dapat memberikan keluaran kemampuan BERDIKARI bagi mahasiswa. UNITRI BERDIKARI sendiri memuat 8 (delapan) aspek soft skill utama yang diharapkan akan menjadi ciri khas mahasiswa UNITRI yaitu;
memBElajarkan diri
Rasional
Dedikasi
Inisiatif
Komunikasi
Andal
Religius, dan
Integritas.
Aspek soft skill BERDIKARI merupakan aspek soft skill yang menjadi kelemahan utama mahasiswa UNITRI. Memperbaiki dan meningkatkan 8 aspek soft skill tersebut diyakini akan dapat mendorong daya saing lulusan UNITRI di masyarakat. Program UNITRI BERDIKARI diharapkan akan menjadi salah satu penciri dalam program pembelajaran UNITRI dan dasar pengembangan daya saing UNITRI.

