EKSPEKTASI MASYARAKAT ATAS SUMBERDAYA MANUSIA
Phillip C. Wright - Gary D. Geroy - Maura Mac Phee (2004) menyatakan bahwa kebutuhan utama organisasi pada era global terletak pada sumberdaya manusia yang memiliki karakteristik :
Inisiatif Personal yang kuat
Kemampuan bekerjasama yang baik
Memiliki Kepercayaan Diri yang Tinggi
Berkomitmen pada perkembangan organisasi
Mampu melaksanakan tugas rutin yang dibebankan padanya sesuai dengan kemauannya untuk belajar berbagai keterampilan baru
Integritas dan Loyalitas, juga merupakan isue penting sumberdaya di era global. Sumberdaya yang memiliki kompetensi yang tinggi dengan mental loyalitas yang baik merupakan syarat utama produk pendidikan tinggi memperoleh peluang lebih besar untuk diterima dalam masyarakat. Pengembangan dan implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menjadi salah satu perangkat utama untuk mengopersionalkan program pembelajaran yang mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki integritas dan loyalitas yang tinggi.
Persaingan, terutama dalam konteks persaingan antar lulusan dalam pasar tenaga kerja merupakan tantangan yang harus diperhitungkan UNITRI dalam pengembangan program pembelajaran. Perubahan orientasi pengguna lulusan sebagai salah satu stake holder serta pertumbuhan produktifitas perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang cenderung lebih besar dari peningkatan kebutuhan tenaga kerja profesional merupakan tantangan aktual yang harus dihadapi lulusan UNITRI.
Tabel 1. Jumlah Penganguran berdasarkan Pendidikan
| Pendidikan | Laki-Laki | Perempuan | Jumlah |
| (Orang) | (Orang) | (Orang) |
| Tidak tamat SD | 1.815.444 | 1.205.578 | 3.020.022 |
| SD | 4.149.326 | 2.,215.060 | 6.364.386 |
| SLTP | 1.809.953 | 886.320 | 2.696.273 |
| SLTA | 1.414.224 | 608.211 | 2.022.435 |
| SLTA Kejuruan | 722.993 | 201.008 | 924.001 |
| D1/D2 | 93.793 | 136.099 | 229.892 |
| D3 | 76.734 | 58.763 | 135.501 |
| D4/S1 | 462.126 | 245.125 | 707.251 |
| S2/S3 | 75.749 | 14.103 | 89.852 |
| Jumlah | 10.620.342 | 3.355.207 | 16.189.613 |
Besarnya Angka Pengangguran Terdidik dalam masyarakat merupakan sinyal lemahnya kemampuan sarjana dalam beradaptasi dengan apresiasi, orientasi dan minat pengguna. Angka pengangguran Jawa Timur menunjukkan lebih dari 17% penganggur di propinsi ini merupakan kelompok umur produktif yang memiliki pendidikan D3 hingga S2. UNITRI sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya menciptakan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang sesuai dengan tuntutan perkembangan lingkungan melalui proses pendidikan yang efektif, efisien dan bermutu.
Budaya Wirausaha, merupakan sebuah peluang sekaligus tuntutan yang diminta dari sebuah lembaga pendidikan tinggi dalam programa pendidikannya. Menciptakan generasi yang mandiri merupakan tujuan penumbuh-kembangan budaya Wirausaha di pendidikan tinggi. Sempitnya lapangan kerja pada sektor riil dan persaingan yang makin ketat di pasar kerja merupakan ancaman bagi output program pembelajaran UNITRI.
Tuntutan Penjaminan Mutu, tidak luput harus pula di terima sebuah lembaga pendidikan tinggi sebagai justifikasi kelayakan sistem pembelajaran yang diterapkan dalam perguruan tinggi. Penerapan sistem penjaminan mutu dan peningkatan mutu yang berkelanjutan mutlak dilakukan oleh perguruan tinggi dalam menjamin lulusan yang dihasilkan memenuhi kualitas sebagaimana yang dijanjikan.
Wilayah Indonesia Timur sebagai daerah asal sebagian besar mahasiswa, merupakan wilayah yang dikenal kaya dengan keragaman hasil hayati. Tingkat Pendapatan yang rendah merupakan ciri utama yang selalu mengikuti wilayah ini. Ketertinggalan terutama pada bidang ekonomi dan informasi merupakan faktor utama yang menyebabkan rendahnya pendapatan masyarakat di wilayah ini. Ketergantungan masyarakat indonesia timur atas hasil bumi, baik pertanian, peternakan, perkebunan dan kehutanan sangat tinggi, namun produktifitas dan potensi produksi yang tinggi tidak diikuti dengan pengelolaan dan pengembangan kelembagaan yang baik.
Peluang untuk mengembangkan berbagai bidang produktif dalam berbagai sektor berbasis pertanian di Indonesia timur merupakan salah satu pendorong pemberian materi kewirausahaan pada mahasiswa asal indonesia timur. Pengembangan Potensi di wilayah ini, terutama bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat setempat, merupakan tanggung jawab bagi setiap sarjana yang berasal dari Indonesia Timur.
Keberanian dalam berkarya, kreatifitas, kerja keras dan integritas merupakan modal utama yang diperlukan untuk dapat menjawab tantangan wilayah indonesia timur. Membekali mahasiswa dengan kapabilitas soft skill yang mengarah pada hal tersebut merupakan langkah awal yang harus dilakukan UNITRI. Membekali mahasiswa asal indonesia timur dengan mental wirausaha dan keterampilan berwirausaha merupakan langkah lanjut dalam mempersiapkan mahasiswa asal Indonesia timur dapat melaksanakan tanggung jawab membangun daerah asalnya.
URGENSI PROGRAM UNITRI BERDIKARI
Jumlah lulusan UNITRI hingga saat ini adalah 2858 orang, dengan tidak kurang dari 60% berasal dari indonesia timur. Pada tingkat operasional saat ini, maka dalam periode hingga 2010 UNITRI akan memberikan kontribusi dengan meluluskan setidaknya 500-600 sarjana bagi masyarakat di wilayah indonesia timur.
Sebagai wilayah yang memperoleh perhatian khusus dalam pengembangan dan pembangunan masyarakatnya pada saat ini, dapat dikatakan bahwa urgensi dari berbagai hal yang menunjang pembangunan sumberdaya manusia merupakan hal yang tidak perlu dipertanyakan. Program pengembangan soft skill bagi setiap calon lulusan yang berasal dari wilayah Indonesia timur akan dapat dipastikan akan memberikan kontribusi nyata dalam pertumbuhan kualitas sumberdaya manusia di wilayah Indonesia timur.
Persaingan, baik dalam konteks persaingan antar lembaga pendidikan dalam memberikan layanan program pembelajaran bagi masyarakat maupun persaingan antar lulusan dalam pasar tenaga kerja merupakan tantangan yang harus diperhitungkan UNITRI dalam pengembangan program pembelajaran. Pertumbuhan produktifitas perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang cenderung lebih besar dari peningkatan kebutuhan tenaga kerja profesional menyebabkan persaingan yang makin kuat yang harus dihadapi lulusan UNITRI.
Pergeseran apresiasi masyarakat pada Integritas dan Loyalitas individual, juga merupakan isu penting sumberdaya di era global. Sumberdaya yang memiliki kompetensi yang tinggi dengan mental loyalitas yang baik merupakan syarat utama produk pendidikan tinggi memperoleh peluang lebih besar untuk diterima dalam masyarakat. Pengembangan dan implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menjadi salah satu perangkat utama untuk mengopersionalkan program pembelajaran yang mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki integritas dan loyalitas yang tinggi.
Sebagai langkah jangka panjang untuk mewujudkan visidan misi serta tujuan UNITRI, Rencana Induk Pengembangan (RIP) UNITRI menggariskan thema ”mempersiapkan daya saing UNITRI pada tahun 2010”. Daya saing UNITRI secara umum dijabarkan sebagai upaya memenuhi tujuan UNITRI sebagai perwujudan komitmen UNITRI pada masyarakat. RENSTRA UNITRI 2006 – 2010 menggariskan pentingnya peningkatan mutu dan relavansi pendidikan sebagai bentuk daya saing yang dimandatkan RIP. Salah satu hal penting untuk menghasilkan sistem pendidikan yang bermutu dan relevan adalah dengan mengembangkan kemampuan soft skill mahasiswa.
Program UNITRI-BERDIKARI sebagai program makro pengembangan kemahasiswaan, merupakan program utama pengembangan soft skill mahasiswa yang dimandatkan RENSTRA 2006-2010. Program ini dirancang untuk menghasilkan sebuah model pengembangan kemahasiswaan yang akan menjadi pola pengembangan kemahasiswaan UNITRI pada tahun 2010. Perencanaan program ini disusun dalam 3 tahun periode program kerja dan saat ini sedang berada pada paruh tahun pertama. Setelah penerapan secara penuh UNITRI BERDIKARI, diharapkan pada tahun ajaran 2010/2011 UNITRI akan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki karakter soft skill BERDIKARI yang kuat.